SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Thursday, March 18, 2021

Pemerintah Tak Larang Masyarakat Mudik Tahun Ini

 

Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah memutuskan tidak melarang warga mudik saat Lebaran tahun ini. Keputusan ini diambil meski Indonesia saat ini masih berada dalam periode pandemi COVID-19.


“Terkait dengan mudik (lebaran) 2021 pada prinsipnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak melarang,” ujarnya dalam rapat kerja Komisi V DPR RI yang disiarkan langsung di chanel YouTube Komisi V DPR RI, Selasa (16/3/2021).


Kemenhub bekerja sama dengan Satgas untuk mengatur mekanisme mudik


Terkait keselamatan masyarakat, Budi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 untuk mengembangkan mekanisme mudik. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penelusuran terhadap mereka yang mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19.


“Kami atur bersama Satgas dengan melakukan tracing terhadap mereka-mereka yang akan berpergian. Kementerian Perhubungan sebagai koordinator nasional angkutan lebaran berharap penuh agar kegiatan mudik bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.


Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada momen mudik lebaran


Budi memprediksikan terjadi lonjakan penumpang angkutan saat mudik. Apalagi, saat ini sebagian masyarakat sudah divaksinasi. Tak hanya itu, dia juga melihat kebijakan PPNBM nol persen sebagai faktor pemicu lonjakan pengguna mobil di masyarakat.


“Kami sudah petakan beberapa isu penting. Pasti terjadi lonjakan, program vaksinasi diprediksi membuat masyarakat ingin bepergian,” kata Budi.


Kementerian Perhubungan menargetkan fasilitas GeNose sudah tersedia di bandara mulai 1 April 2021


Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menjelaskan, Kementerian Perhubungan menargetkan penyediaan fasilitas pemeriksaan COVID-19 dengan GeNose di sektor udara mulai 1 April 2021. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.


"Pertama kali di empat bandara, bukan Soekarno-Hatta, tapi Kualanamu, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Baru secara perlahan akan dilakukan penggunaan GeNose. Kami harapkan 1 Mei 2021 sudah berlakukan di seluruh Indonesia," kata Budi.


Sebelumnya, pengujian COVID-19 menggunakan GeNose telah diterapkan di 14 stasiun kereta. Selanjutnya, GeNose akan hadir di 44 stasiun kereta api di seluruh Indonesia.

Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

No comments:

Post a Comment