SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Friday, April 2, 2021

5 Gejala Ini Jelaskan Alergi terhadap Sperma

 

Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock


Tangkas Dia - Meski jarang, reaksi alergi setelah berhubungan seks dengan pasangan pria bisa terjadi karena alergi sperma. Menurut International Society for Sexual Medicine, kondisi ini lebih mungkin terjadi pada wanita yang memiliki pasangan pria, dan dapat salah didiagnosis sebagai vaginitis, infeksi jamur, atau penyakit menular seksual.


Alergi sperma, juga dikenal sebagai alergi air mani atau hipersensitivitas plasma mani (seminal plasma hypersensitivity), sebenarnya merupakan reaksi terhadap protein dalam plasma mani, cairan kompleks dalam air mani yang membawa sperma.


Jika Anda mengalami gejala alergi sperma di bawah ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar bisa mengetahui penyebabnya, ya!


1. Ada sensasi terbakar di vagina


Reaksi alergi air mani dapat terjadi segera setelah pasangan berejakulasi, dan wanita mungkin mengalami sensasi terbakar, kemerahan, bengkak, dan lecet di vagina dan area sekitarnya. Memang, alergi bukan satu-satunya penyebab gejala tersebut. Karena itu, untuk memastikan penyebabnya, Anda harus berkonsultasi ke dokter.


Menurut laporan tahun 2011 di Mount Sinai Journal of Medicine, hipersensitivitas plasma mani hanya memengaruhi sekitar 40.000 wanita di Amerika Serikat. Jika dokter mencurigai adanya alergi air mani pada pasien, dokter akan melakukan tes untuk menyingkirkan alergi lain, seperti reaksi terhadap kondom, spermisida, tampon beraroma, dan kemungkinan penyakit menular seksual sebelum membuat diagnosis.


2. Gatal di sekitar area intim


Jika Anda mengalami vagina gatal, beberapa wanita mungkin langsung mencurigai adanya infeksi jamur. Gejala infeksi jamur vagina yang umum ditandai dengan rasa gatal, sensasi terbakar, dan keluarnya cairan dengan tekstur yang kental.


Menurut Office on Women's Health, diperkirakan 75 persen wanita akan mengalami infeksi jamur setidaknya sekali dalam hidup mereka. Namun, jika tidak ada cairan kental seperti keju cottage dan gatal-gatal yang dialami setelah berhubungan seks, konsultasikan dengan dokter Anda tentang kemungkinan alergi air mani.


3. Ini adalah pertama kalinya hal ini terjadi dengan pasangan Anda saat ini


Semua air mani tidak diciptakan sama. Ada kemungkinan antibodi Anda bereaksi terhadap satu protein tertentu dalam air mani pasangan baru, jadi Anda hanya merasakan gejalanya sekarang.


Gejala alergi sperma bisa sepenuhnya normal pada satu orang, sementara yang lain melaporkan ketidaknyamanan. Itulah sebabnya alergi sperma atau air mani terkadang sulit untuk didiagnosis, karena reaksinya spesifik terhadap protein dalam air mani, kemungkinan besar sulit untuk menemukan hasil positif dari tes alergi.


Kabar baiknya, ada cara perawatan. Seorang dokter dapat membuat seseorang peka terhadap air mani pasangan dengan memasukkan sejumlah kecil cairan mani ke dalam vagina atau dengan memberikan suntikan alergi individu dengan protein air mani. Namun, tidak semua ahli alergi dilengkapi dengan perawatan ini.


4. Merasakan gejalanya saat melakukan hubungan seks tanpa kondom


Jika Anda alergi terhadap lateks, gejala biasanya hanya akan muncul jika pasangan Anda menggunakan kondom. Dengan hipersensitivitas plasma mani, yang terjadi sebaliknya: Anda hanya akan mengalami gejala jika pasangan Anda menggunakan kondom.


Untuk wanita dengan alergi air mani atau sperma, jika ingin hamil dan perawatan desensitisasi tidak berhasil, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Misalnya, sampel air mani dapat dikumpulkan dan "dicuci" di laboratorium untuk menghilangkan plasma penyebab reaksi, diikuti dengan inseminasi intrauterin.


5. Gejala muncul saat melakukan seks oral


Menurut laporan di jurnal BMJ Case Reports tahun 2019, seorang wanita berusia 31 tahun di Spanyol mengalami reaksi alergi terhadap air mani pasangannya setelah melakukan seks oral, yang membuatnya dilarikan ke rumah sakit.


Laporan tersebut sampai di rumah sakit dengan gejala muntah-muntah, sesak nafas dan gatal-gatal. Dokter mendiagnosis wanita itu dengan reaksi anafilaksis sedang, karena dia tidak makan atau mengambil sesuatu yang tidak biasa. Setelah memeriksanya, dokter akhirnya menyimpulkan bahwa reaksi tersebut berasal dari seks oral tanpa kondom dengan pasangannya.


Itulah beberapa gejala yang mungkin mengindikasikan alergi sperma atau air mani. Jika mengalami gejala, segera konsultasikan ke dokter agar bisa mengetahui penyebab pastinya.

Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

No comments:

Post a Comment