SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Thursday, April 8, 2021

8 Kelainan Sseksual Berikut Cara Penanganannya

 

Ilustrasi, sumber foto: ilustrasi/heath.am


Tangkas Dia - Banyak penderita kelainan seksual yang tidak menyadari dan tidak memahami gangguan seksual yang dideritanya. Padahal kondisi ini bisa membuat orang disekitarnya merasa terganggu. Penderita gangguan seksual juga seringkali merasa tidak nyaman, namun tidak mampu melawannya, bahkan tidak tahu bagaimana cara menghindari dan mengatasinya.


Dalam dunia kedokteran, kelainan atau perilaku seksual menyimpang yang terjadi berulang kali disebut paraphilia. Disebut menyimpang karena keinginan dan perilaku ini umumnya melibatkan suatu bentuk aktivitas, objek, baik orang atau benda, atau situasi yang biasanya tidak merangsang secara seksual.


Mengenali Jenis-Jenis Gangguan Seksual


Jenis paraphilia kelainan seksual sangat beragam. Berikut ini adalah beberapa kelainan seksual yang umum terjadi:


1. Pedofilia


Penderita peodofilia memiliki fantasi, minat, atau perilaku seksual menyimpang terhadap anak kecil, di bawah usia 13 tahun. Sedangkan pedofil yang memiliki ketertarikan seksual pada anak dibawah usia 5 tahun disebut infantofilia.


Perilaku seksual menyimpang ini antara lain mengajak anak melihat pelaku melakukan masturbasi, mengajak anak telanjang, menyentuh alat kelamin anak, atau bahkan melakukan aktivitas seksual dengan anak.


Beberapa pelaku hanya memperlihatkan perilaku ini kepada kerabat dekat, termasuk anak-anaknya sendiri. Pedofil seringkali mengancam korbannya agar tidak diketahui oleh orang lain.


2. Eksibisionisme


Eksibisionisme adalah perilaku ketika seseorang sering mengekspos alat kelaminnya kepada orang asing. Orang ini cenderung ingin mengejutkan, takut, atau membuat orang asing terkesan dengan perilakunya. Meski biasanya tidak dibarengi dengan tindakan lebih lanjut, seperti menganiaya orang lain, ada kalanya orang tersebut berani melakukan masturbasi di tempat umum sembari memperlihatkan kemaluannya.


3. Voyeurisme


Perilaku untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan mengintip atau mengamati orang yang berganti pakaian, mandi, atau melakukan aktivitas seksual. Mengintip tidak bertujuan untuk melakukan kontak seksual dengan korban. Umumnya penderita kondisi ini hanya melakukan masturbasi sambil mengintip.


4. Froteurisme


Pengidap frotteurisme memiliki kecenderungan menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh orang asing, termasuk di tempat umum. Gangguan seksual ini paling sering ditemukan pada pria berusia 15-25 tahun dengan perilaku yang cenderung pemalu.


5. Fetisisme


Pengidap fetisisme memiliki gairah seksual terhadap benda mati, seperti pakaian dalam atau sepatu wanita. Hasrat seksual pengidap fetisisme akan dibangkitkan dengan menyentuh atau menggunakan benda-benda tersebut. Benda-benda ini terkadang digunakan saat berhubungan seks dengan orang lain atau terkadang bahkan sebagai pengganti hubungan seksual yang sebenarnya dengan orang lain. Ada juga kelainan lain yang disebut parsialisme, yaitu ketertarikan seksual pada bagian tubuh tertentu, seperti dada, bokong, atau kaki orang lain.


6. Transvestitisme


Transvestitisme adalah perilaku laki-laki heteroseksual yang suka berpakaian dan berdandan seperti perempuan untuk membangkitkan fantasi atau gairah seksual. Agar tidak ketahuan, sebagian pria yang menderita kelainan ini menemukan kepuasan dengan mengenakan pakaian dalam wanita di balik pakaian yang mereka kenakan sehari-hari.


7. Masokisme seksual


Seseorang dengan masokisme mencapai kepuasan seksual ketika dia mengalami kekerasan, baik secara verbal maupun nonverbal, seperti digigit, diikat, atau dihina secara verbal. Orang dengan masokisme bisa menyayat atau membuat luka bakar dirinya sendiri. Seringkali pengidap masokisme mencari pasangan yang mendapatkan kepuasan seksual dengan melakukan kekerasan (sadisme). Pasangan sadomasokisme, di mana yang satu masokis dan yang lainnya sadis, biasanya terlibat dalam aktivitas seksual meliputi jeratan atau ikatan (bondage), pemukulan pada bokong (spanking), atau simulasi pemerkosaan.


8. Sadisme seksual


Orang dengan sadisme seksual selalu memiliki fantasi dan mendapatkan kepuasan seksual dari menyiksa pasangannya secara psikologis dan fisik, seperti pemerkosaan, penyiksaan, atau bahkan pembunuhan. Dengan melakukan perilaku ini, penderita merasa memiliki kendali atas korbannya. Pelaku sadisme dapat dikenakan sanksi pidana dan perlu mendapat perawatan intensif dari psikiater.


Apa Penyebab Penyakit Ini dan Bagaimana Cara Menanganinya?


Paraphilia lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Sampai saat ini penyebab pasti paraphilia belum diketahui. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang diduga dapat memicu terjadinya paraphilia, di antaranya:


  • Trauma masa kecil, misalnya pelaku pernah mengalami pelecehan seksual dari orang lain.

  • Kesulitan mengungkapkan perasaan dan kesulitan memulai hubungan dengan orang lain.

  • Memperoleh aktivitas seksual yang menyenangkan secara berulang-ulang terhadap situasi dan objek tertentu, sehingga terjadi penyimpangan seksual dari situasi dan objek tersebut.


Tujuan utama pengobatan paraphilia adalah untuk membatasi perilaku kriminal dan mengurangi ketidaknyamanan penderitanya. Secara umum, paraphilia perlu ditangani oleh dokter dan psikiater dalam jangka panjang, dengan cara:


  • Konseling

  • Psikoterapi, termasuk psikoterapi individu untuk mengubah perilaku dan terapi keluarga.

  • Obat-obatan, untuk mengurangi fantasi dan kecenderungan perilaku menyimpang, seperti antidepresan dan antiandrogen.

  • Terapi hormon, untuk mengurangi gairah seks dan perilaku berbahaya.

  • Terapi penyalahgunaan alkohol dan narkoba, jika penderitanya juga mengalami masalah dalam hal ini.


Mengobati gangguan seksual sangat penting dilakukan. Sebab jika tidak segera ditangani, gangguan seksual dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, hubungan sosial dengan orang lain, termasuk pasangan, pekerjaan, dan masyarakat umum yang berisiko menjadi korban. Pedofilia, voyeurisme, sadisme, eksibisionisme, dan froteurisme semuanya merupakan tindak pidana dan dapat dihukum dengan hukuman pidana.

Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia



No comments:

Post a Comment