Ilustrasi, sumber foto: Merdeka.com/Shutterstock/silver-john
Tangkas Dia - Selain enak dipadukan dengan teh manis, es batu juga memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan atau mengobati sejumlah penyakit, seperti sakit tumit, gigitan serangga, keracunan makanan, hingga radang sendi. Simak ulasan manfaat es batu di artikel berikut ini!
Di tengah udara yang panas dan kering di musim kemarau, tidak ada yang lebih nikmat dari meminum minuman dingin yang dicampur dengan es batu. Tahukah kamu bahwa pembawa kesegaran dingin ini juga berguna untuk "pendinginan" alias meredakan berbagai kondisi kesehatan?
Berbagai Manfaat Es Batu untuk Tubuh
Berikut berbagai manfaat es batu dalam meredakan atau meringankan gejala atau penyakit yang kamu rasakan, yaitu:
1. Nyeri tumit (plantar fasciitis)
Istirahat dan kompres es dapat membantu mencegah nyeri tumit bertambah parah. Es batu dapat mengontrol peradangan akibat aktivitas berlebihan atau tekanan pada plantar fascia (jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang tumit ke jari kaki dan menopang lengkungan kaki). “Terapi” es batu untuk meredakan nyeri tumit bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
Kompres. Bungkus kantong plastik atau botol dengan es yang dihancurkan dengan handuk. Kemudian kompres pada tumit selama 15 sampai 20 menit, 3 sampai 4 kali sehari.
Isi baskom dangkal dengan air dan es batu. Kemudian rendam tumit kamu selama 10 hingga 15 menit. Lakukan ini beberapa kali sehari. Dan pastikan jari-jari kaki kamu tidak terendam air es.
Kamu juga dapat mengisi cangkir styrofoam dengan air, lalu memasukkannya ke dalam freezer sampai membeku. Setelah beku, kamu bisa mengoleskannya ke tumit selama 5-10 menit. Intinya, jangan pernah menaruh es batu langsung di tumit kamu.
2. Keracunan makanan karena bakteri Salmonella
Keracunan makanan ini terjadi akibat mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella, biasanya minuman dan makanan mentah, tidak dimasak dengan benar, atau tidak dipasteurisasi (sterilisasi kuman dengan pemanasan pada suhu 71 derajat Celcius selama 15 detik atau 63 derajat). Celsius). selama 30 detik).
Salah satu tanda keracunan makanan akibat bakteri Salmonella adalah sering buang air besar atau diare. Pengobatan utamanya adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Orang dewasa disarankan untuk minum banyak air atau mengisap es batu.
3. Gigitan atau sengatan serangga
Gatal, kemerahan, bengkak, atau nyeri pada kulit akibat gigitan nyamuk atau terkena ulat bulu dapat diredakan dengan meletakkan es batu pada benjolan. Atau jika kamu pernah disengat serangga, kompres area yang terkena dengan handuk basah atau kompres es selama beberapa menit.
Namun, jika disengat lebah atau hewan berbahaya lainnya dan muncul gejala berat seperti sesak napas dan pusing, disarankan untuk segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.
4. Gusi bengkak
Rasa sakit atau bengkak pada gusi atau jaringan mulut dapat dikurangi dengan menggunakan es batu. Setidaknya sampai kamu tiba di kantor dokter gigi. Caranya dengan meletakkan es batu di mulut (tepat di atas area yang sakit) atau di pipi, tepat di tempat yang sakit. Kompres dingin menggunakan es juga dapat digunakan sebagai obat sariawan untuk anak-anak dan orang dewasa, termasuk ibu hamil.
5. Cedera atau radang sendi
Es batu dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, dan peradangan akibat cedera atau kondisi lain, seperti radang sendi. Bagaimana? Kompres area yang bengkak atau sakit dengan handuk basah atau es yang dibungkus handuk selama 15–10 menit. Lakukan kompresi beberapa kali sehari.
Bagi kamu yang ingin menggunakan es batu untuk berbagai keperluan di atas, ingatlah selalu untuk tidak menempelkan es batu langsung pada kulit, terutama pada luka terbuka. Dianjurkan untuk meletakkan kain bersih di antara kulit dan es batu. Juga, jangan meletakkan es batu di kulit kamu selama lebih dari 15-20 menit, dan jangan tertidur dengan es batu masih menempel di kulit kamu. Disarankan untuk segera pergi ke rumah sakit atau dokter jika peradangan atau pembengkakan tidak membaik dengan kompres es.

No comments:
Post a Comment