SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Sunday, August 29, 2021

ilmuwan menganalisis kotoran astronot untuk bosa pahami perubahan yang dialami tubuh selama di luar angkasa

 

Tangkas Dia - Para ilmuwan telah menganalisis kotoran astronot untuk lebih memahami perubahan yang dialami tubuh manusia selama isolasi di luar angkasa. Pada 2010, enam sukarelawan astronot menghabiskan 520 hari di kompleks tertutup di Rusia, sebagai bagian dari eksperimen Mars500, yang menguji efek isolasi berkepanjangan pada tubuh dan pikiran manusia.


Peneliti di McGill University, Kanada, kemudian kembali ke satu bagian data tertentu yang tidak dianalisis saat itu, yaitu sampel feses yang diambil dari astronot.


Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menguji kesehatan mental, massa tubuh dan kekuatan otot. Peneliti juga mengambil sampel tinja untuk mengukur perubahan bakteri usus, yang dianggap terkait erat dengan kesehatan secara keseluruhan.


Enam peserta dalam proyek yang berbasis di Rusia menunjuk pada perubahan mencolok pada mikrobiota usus yang dapat memiliki implikasi besar bagi kesehatan jangka panjang. Padahal hubungan antara bakteri usus yang berbeda dan kesehatan belum diketahui.


Para ilmuwan kemudian menemukan ada penurunan bakteri usus baik yang membantu memecah makanan, mencegah radang usus dan membantu pencernaan. Tetapi mereka menemukan ada peningkatan bakteri baru, yang fungsinya tidak sepenuhnya mereka pahami.


Lebih dari 10 persen bakteri yang ditemukan tidak diketahui, dan lebih dari 200 bakteri berbeda tampaknya dibagi di antara enam astronot, menunjukkan bahwa manusia yang hidup bersama akan mengembangkan bakteri usus yang serupa dari waktu ke waktu.


"Apa yang membuat kami penasaran adalah peningkatan signifikan dalam spesies mikroba yang tidak diketahui, yang telah diamati dalam studi terbaru lainnya yang menggunakan teknologi metagenomik. Tapi itu tetap menjadi misteri," kata penulis studi Frederic Pitre.


Studi yang diterbitkan dalam Computational and Structural Biotechnology Journal, akan membantu badan antariksa seperti NASA dan ESA melindungi astronot dari efek yang lebih merugikan dari menghabiskan waktu lama bepergian di luar angkasa.


NASA dan SpaceX sedang mempersiapkan misi berawak ke Mars dalam waktu dekat. Namun dengan teknologi saat ini, misi tersebut mengharuskan astronot untuk duduk di kapal setidaknya selama sembilan bulan sebelum mencapai planet merah tersebut.


Ini bukan pertama kalinya peran kotoran terlihat dalam perjalanan luar angkasa. NASA telah mempertimbangkan untuk mengubah kotoran astronot menjadi makanan, sementara toilet anti-gravitasi telah menjadi subyek banyak fokus ilmiah.


Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

No comments:

Post a Comment