Tangkas Dia - Bertambahnya usia membuat kemampuan tubuh menurun. Seluruh anggota tubuh mengalami penurunan fungsi, mulai dari penurunan ketajaman mata, kemampuan pendengaran, kehilangan massa dan kekuatan otot, bahkan perubahan pada organ intim seperti penis.
Saat memasuki usia paruh baya, wanita umumnya akan mengalami payudara dan vagina yang kendur. Begitu juga pada pria, penis bisa mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perubahan apa yang bisa terjadi pada penis seiring bertambahnya usia? Simak pemaparannya di bawah ini.
Perubahan ukuran penis
Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa menyebabkan perubahan ukuran penis. Usia merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi. Dilansir Men's Health, terjadi penurunan ukuran penis secara progresif seiring bertambahnya usia.
Seiring bertambahnya usia, laju metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Proses metabolisme yang lebih lambat ini akan membuat Anda bertambah gemuk. Ukuran penis juga akan tampak mengecil akibat penumpukan lemak terutama di bagian perut.
Penis akan terlihat bengkok
Penis bengkok atau yang lebih dikenal dengan penyakit Peyronie juga rentan dialami pria yang memasuki usia paruh baya akibat penurunan kekuatan otot. Mengutip laman Men's Health lagi, kondisi kelengkungan penis, baik ke kanan maupun ke kiri bisa disebabkan oleh aktivitas seksual atau cedera.
Kulit penis kendur dan agak gelap
Penis akan mulai mengalami perubahan saat pria mulai menginjak usia 40 tahun. Dilansir lumayan, penurunan elastisitas kulit menyebabkan batang penis dan buah zakar melorot.
Selain itu, produksi kolagen yang menurun membuat kulit tubuh, termasuk penis, terlihat berkerut dan berwarna agak gelap.
Rambut kemaluan semakin tipis dan beruban
Dilansir WebMD, seiring bertambahnya usia, produksi melanin di folikel rambut semakin berkurang. Hal ini menyebabkan rambut menjadi putih atau abu-abu.
Sama halnya dengan rambut di kulit kepala, bertambahnya usia akan membuat rambut kemaluan berubah warna (abu-abu) dan menjadi lebih tipis karena penurunan melanin.
Rentan terhadap disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidakmampuan seorang pria untuk mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual. Disfungsi ereksi biasanya dialami oleh pria yang berusia lebih tua, meskipun sebenarnya masalah kesehatan ini juga bisa dialami oleh pria muda.
Dilansir Healthline, pembuluh darah yang membawa darah ke area penis tidak bisa bekerja sebaik saat masih muda. Penis adalah organ yang berisi pembuluh darah. Berkurangnya aliran darah ke area penis akan membuat pria sulit mempertahankan ereksi dalam waktu lama.
Namun, jangan khawatir karena risiko disfungsi ereksi di usia tua dapat dicegah dengan menjaga pola hidup sehat.
Inilah perubahan yang bisa terjadi pada penis saat pria memasuki usia tua. Namun, tidak perlu khawatir, karena perubahan yang terjadi merupakan proses alam yang tidak dapat dicegah. Namun, mempertahankan gaya hidup sehat dapat memperlambat proses penuaan.

No comments:
Post a Comment