Ilustrasi. Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua. (Foto: Istimewa)
Tangkas Dia - Tim Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi kembali menangkap salah satu pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Rabu (1/9/2021).
Pemimpin KKB Yahukimo yang ditangkap adalah mantan anggota TNI, Senaf Soll.
"Memang ada penangkapan dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Yahukimo di Dekai," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani, dikutip ANTARA, Kamis (2/9/2021).
Kelompok Senaf Soll pernah membunuh dua petugas dan staf KPU Yahukimo
Kelompok Senaf Soll telah melakukan sejumlah penganiayaan yang mengakibatkan kematian petugas. Yakni, penganiayaan kepada dua anggota Yonif Linux 432/Kostrad dan pembunuhan staf KPU Yahukimo.
Senaf Soll, menurut Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi Brigjen TNI Izak Pangemanan yang bernama asli Ananias Yaluka.
“Senaf Soll dipecat dari TNI pada 2019 sesuai Putusan Mahkamah Militer III Jayapura terkait jual beli amunisi dan senjata api di Kabupaten Mimika. Sebelum dipecat, ia bertugas di Yonif 754/ENK dengan pangkat Prada,” kata Wira.
Satgas Nemangkawi tangkap Kepala Distrik Wusama, Etius Baye terkait dengan KKB
Sebelumnya, Satgas Nemangkawi juga menangkap Kepala Distrik Wusama, Kabupaten Yahukimo, Etius Baye karena diduga terlibat dalam aksi KKB. Etius Baye diduga sebagai dalang dan penyandang dana kegiatan KKB.
Selain menangkap Etius Baye, Satgas Nemangkawi juga menangkap tiga orang lainnya, yakni EH, Y dan YH. Keempat orang tersebut ditangkap pada Jumat (27/8/2021) di rumah Etius Baye.
Penangkapan tersebut berawal dari informasi mengenai kendaraan berwarna hitam yang sering melintasi Dekai, hingga lokasi kejadian yang berada di pinggiran sungai Brazza.
Dari informasi tersebut, pihak keamanan melakukan penyelidikan, namun di luar dugaan, kendaraan yang mereka cari melintas di depan Mapolres Yahukimo, Dekai, sehingga mereka dibawa masuk dan sopirnya, EH, dimintai keterangan.
Belasan anggota KKB berada di rumah Etius Baye
EH dalam keterangannya kepada penyidik mengakui ada belasan anggota KKB di rumah Etius Baye, sehingga Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIT, anggota melakukan penangkapan.
Namun, saat ditangkap, lima orang yang berada di dalam honai yang berada di belakang rumah tersebut melarikan diri, kata Faizal yang juga menjabat sebagai Dirkrimum Polda Papua.
Dari delapan orang yang ditangkap di rumah Etius Baye, empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Etius Baye, Y, EH, dan YH.
Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa tugas ketiga tersangka selain Etius Baye yang menjabat sebagai kepala distrik atau camat, EH adalah pengemudi yang mengantarkan kebutuhan KKB, Y adalah keponakan Etius Baye yang berperan dalam mempersiapkan kebutuhan logistik KKB.
“YH merupakan anggota KKB yang terlibat langsung dalam berbagai aksi, termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada tanggal 29 Juni lalu dan pembunuhan dua pekerja PT Indo Mulia Baru di jembatan kali Brazza tanggal 23 Agustus lalu,” kata Faizal.

No comments:
Post a Comment