SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Wednesday, March 24, 2021

Begini Cara Menangani Gigi Renggang Pada Anak

 

Ilustrasi, sumber foto: smilefocus.com.sg


Gigi renggang pada anak tak hanya bisa mengurangi keindahan senyumnya, tapi juga bisa membuat anak sulit mengunyah makanan, lho. Tapi Anda tidak perlu khawatir. Gigi si kecil bisa diperbaiki.


Diastema adalah suatu kondisi yang cukup umum terjadi pada anak-anak. Meski terkadang gigi bisa merapat sendiri saat gigi permanen tumbuh, kondisi gigi yang renggang juga bisa bertahan hingga anak tumbuh besar.


Penyebab Gigi Renggang pada Anak


Gigi renggang biasanya mulai muncul saat anak berusia 7 tahun, karena pada usia tersebut gigi permanen sudah mulai tumbuh dan masalah pada gigi sudah terlihat dengan jelas.


Gigi renggang pada anak umumnya disebabkan oleh:


  • Faktor genetik.

  • Ukuran rahang relatif lebih besar dari ukuran gigi, sehingga ada jarak antara satu gigi dengan gigi lainnya.

  • Lebih banyak jaringan berkembang di gusi, biasanya di antara dua gigi depan atas, sehingga ada celah di antara keduanya.


Selain itu, gigi renggang pada anak juga dapat dipicu oleh kebiasaan menggigit jari dan menyodorkan lidah (mendorong lidah saat menelan) yang dapat menyebabkan terbentuknya celah pada gigi. Gigi susu yang tidak tanggal juga bisa menjadi penyebab gigi anak Anda renggang.


Berbagai Cara Mengatasi Gigi Renggang pada Anak


Pada dasarnya gigi renggang pada anak tidak memerlukan penanganan khusus selama tidak mengganggu kenyamanannya saat mengunyah atau berbicara. Namun, jika ingin mengencangkan gigi si kecil, bawalah si kecil ke dokter gigi.


Ada beberapa pilihan perawatan yang akan diberikan oleh dokter gigi untuk merawat gigi lepas pada anak, yaitu:


1. Kawat gigi


Pemasangan kawat gigi merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk mengatasi gigi lepas. Kawat gigi memiliki kabel dan braket yang akan menekan dan menggeser gigi secara perlahan, sehingga gigi yang lepas lebih erat.


Tidak ada standar yang pasti mengenai usia yang tepat bagi anak untuk menggunakan kawat gigi. Jadi, sebelum memutuskan untuk memasang kawat gigi pada si kecil, diskusikan dulu manfaat dan resikonya dengan dokter gigi.


2. Veneer gigi


Veneer adalah pelapis atau penutup gigi yang terbuat dari bahan porselen dan komposit resin. Veneer memiliki bentuk seperti cangkang tipis yang menempel di permukaan gigi.


Untuk gigi lepas dengan jarak sempit, pengaplikasian veneer pada gigi bisa menutupi celah. Hasilnya pun terlihat natural, seperti gigi asli.


3. Frenectomy


Gigi renggang pada anak-anak juga bisa diobati dengan frenectomy. Frenectomy adalah operasi kecil yang dilakukan untuk mengangkat jaringan tipis pada gusi yang menyebabkan gigi kendur.


Gigi renggang pada anak tidak berbahaya bagi kesehatan. Jika tidak mengganggu dan jaraknya tidak terlalu jauh, gigi si kecil tidak perlu diperbaiki.


Namun, Anda perlu membiasakan si kecil untuk rutin menyikat dan menggunakan benang gigi. Ini karena gigi yang tersisa dari makanan dapat dengan mudah tersangkut di antara gigi yang lepas. Selain itu, rutin memeriksakan kesehatan gigi si kecil ke dokter gigi, minimal setahun dua kali.

Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

No comments:

Post a Comment