Ilustrasi, sumber foto: FEDRIK TARIGAN/JAWA POS
Tangkas Dia - Dalam beberapa hari terakhir, muncul informasi di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau lemah syahwat pada pria.
Padahal, informasi tersebut menyebar melalui aplikasi WhatsApp dengan tambahan vaksin COVID-19 yang dapat menyebabkan kemandulan.
Lalu benarkah vaksin COVID-19 dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan kemandulan?
Tidak ada bukti ilmiah
Kandidat PhD dari Fakultas Kedokteran Universitas Kobe, Jepang, dr. Adam Prabata menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa vaksin COVID-19 dapat menyebabkan impotensi dan disfungsi ereksi pada pria.
"Baik itu Sinovac atau AstraZeneca. Itu hoax," tulis Adam melalui laman Instagram-nya, Senin (12/4/2021).
Kondisi lemah syahwat belum tentu efek dari vaksin
Adam menjelaskan, kondisi lemah syahwat yang dialami seseorang setelah mendapat imunisasi COVID-19, belum tentu karena vaksin.
“Perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa lemah syahwat tersebut memang diakibatkan oleh vaksin Covid,” tambah Adam.
Vaksin COVID-19 adalah metode pencegahan disfungsi ereksi
Ia mengatakan sebuah penelitian skala kecil mengungkap fakta bahwa pria yang terjangkit COVID-19 memiliki risiko 5 hingga 6 kali lipat untuk mengalami lemah syahwat. Padahal, vaksin covid merupakan salah satu metode pencegahan disfungsi ereksi.
“Terkena COVID-19 justru menyebabkan lemah syahwat pada pria, sehingga vaksin merupakan salah satu metode menurunkan resiko terjadinya lemah syahwat,” kata Adam.
Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

No comments:
Post a Comment