Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Salah satu dampak positif puasa adalah tubuh menjadi lebih bugar, bahkan lebih langsing. Namun jika kamu mengalami hal sebaliknya, mungkin kamu perlu mempertanyakan pola puasamu selama ini.
Manfaat puasa tidak hanya muncul dari pola asupan makanan. Kamu juga harus aktif dan bergerak. Salah satunya dengan berolahraga.
Sebelum berolahraga sambil berpuasa, pahami dulu apa saja manfaatnya dan cara melakukannya dengan aman. Simak tips instruktur yoga di Atlas Sport Club Surabaya, Rory Saroso di bawah ini.
Ada beberapa manfaat berolahraga sambil berpuasa
Tidak sedikit orang yang mengurangi aktivitasnya saat berpuasa. Termasuk olahraga, yang konon bisa membuat tubuh lelah dan dehidrasi. Padahal, puasa adalah waktu paling tepat untuk membakar kalori.
Pasalnya, saat berpuasa, asupan kalori justru turun. Saat berolahraga, lemak dalam tubuh menjadi bahan bakarnya. Hal sebaliknya berlaku saat makan sebelum berolahraga, di mana kalori dibakar dari makanan.
“Nah, kalau kita puasa, cadangan lemak kita di organ yang bakal dijalani dulu,” kata Rory.
Berolahraga dengan perut kosong juga dikatakan efektif untuk membakar lemak dan membangun otot. Pasalnya, saat itu terjadi perubahan sejumlah hormon di dalam tubuh yang memicu kerja mereka menjadi maksimal.
Pahami olahraga yang cocok saat berpuasa
Puasa di awal Ramadhan memang tidak mudah, karena kondisi badan masih menyesuaikan. Orang yang melakukannya seringkali merasa lemas dan malas bergerak. Wajar saja karena ada perubahan siklus makan dan tidur yang mempengaruhi metabolisme tubuh.
Karena siklusnya berubah, kita juga harus beradaptasi dengan pola latihan. Salah satu jenis olahraga teraman saat berpuasa adalah yoga. Itu karena gerakannya cenderung peregangan dengan banyak jenis, jadi bisa menyesuaikan dengan kondisi tubuh.
Misalnya saat sedikit lelah, kamu bisa memilih yoga ringan. Bila ingin menambah intensitas, kamu bisa memilih hatha, vinyasa, atau power yoga.
“Kalau baru nge-gym setelah absen lama, ya saran saya ikut kelas yang gentle dan hatha yoga," kata instruktur yang juga mengajar TRX dan RPM itu. "Bedanya kelas yoga sama yang lain, basicly gak nge-push gerakan tubuh, karena limitasi orang berbeda-beda,” lanjutnya.
Apakah sebaiknya berolahraga sebelum atau sesudah buka puasa?
Tidak ada referensi khusus kapan waktu terbaik untuk berolahraga, baik sebelum maupun sesudah berbuka puasa, sama baiknya. Selama kondisi tubuh kamu normal dan tidak ada penyakit tertentu, maka aman untuk berolahraga pada sore hari sekitar 30-60 menit sebelum waktu berbuka.
Apalagi jika kamu melakukan yoga. Selain membakar kalori, yoga juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan metabolisme.
“Ketika lagi puasa, metabolisme agak lambat. Nah, di yoga, ada gerakan yang posisi jantung di atas, kepala di bawah (down dog) yang fungsinya melancarkan peredaran darah dan energize,” kata Rory.
Kondisi dan pengecualian khusus yang perlu diperhatikan selama olahraga
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ada beberapa pengecualian ketika seseorang disarankan untuk berolahraga setelah berbuka puasa. Beberapa di antaranya adalah penderita tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Sebaiknya buka puasa dulu sesuai kebutuhan untuk mendapat asupan energi, kemudian olahraga. Minimal minumlah cukup air mineral dan tiga buah kurma.
Bagaimana dengan penderita maag dan asam lambung? Menurut Rory, melakukan yoga ringan sebelum berbuka puasa baik untuk mereka yang memiliki masalah perut. Pasalnya, terdapat gerakan memutar di area perut dan ini membantu mengeluarkan gas berlebih.
Jangan konsumsi makanan ngawur agar olahraga tidak sia-sia!
Setelah berolahraga, jeda lagi sekitar satu jam untuk makan sedikit makanan berat. Perhatikan juga waktu makan kamu, jangan terlalu dekat dengan waktu tidur. Kamu bisa makan setidaknya dua jam sebelum tidur, agar tidak memicu asam lambung naik.
Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah asupan nutrisi yang harus tercukupi. Pasalnya, tubuh kita membutuhkan banyak nutrisi, terutama orang yang aktif berolahraga. Kuncinya adalah makan makanan seimbang, bukan makan kenyang. Kita membutuhkan karbohidrat untuk energi, protein dibutuhkan untuk pembentukan otot, serat yang baik untuk lambung dan pencernaan.
Selain itu, Rory menegaskan bahwa kita tidak boleh kekurangan nutrisi, karena tubuh akan memanfaatkan energi dari area yang tidak boleh diambil. Misalnya mengambil massa otot atau mengonsumsi nutrisi tulang untuk menyebabkan osteoporosis.
“Kalau kekurangan kalori juga gak baik. Otak akan menstimulus butuh asupan kalori yang lebih besar lagi," tutur alumni Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya itu. "Gak heran kalau kadang kita ingin makan makanan dengan kalori-kalori tinggi, simply karena tubuh kita kekurangan kalori."
Amankah belajar olahraga atau yoga melalui aplikasi atau internet?
Mengikuti latihan dan gerakan yoga melalui aplikasi atau video olahraga di YouTube menjadi jalan keluar bagi kamu yang tidak sempat ke gym. Ini bagus, asalkan kamu telah berpartisipasi di kelas sebelumnya dan ada arahan dari instruktur.
Mengapa? Karena alat ini hanya memberikan gambaran visual, tetapi kamu tidak tahu rasa dan otot mana yang harus diaktifkan. Misalnya gerakan papan, jika salah gerakan, yang bisa kamu lakukan hanyalah cepat lelah, bahkan berujung pada cedera.
Rory mengingatkan kita untuk lebih waspada saat berlatih sendirian di rumah. Selain itu, kita juga harus lebih waspada dengan rasa sakit yang kita rasakan. Perlu dibedakan nyeri mana yang timbul karena otot sedang bekerja dan nyeri mana yang berbahaya.
“Selama sakitnya karena otot kita stretch, itu gak masalah. Tapi kalau kerasa pinch di area lower back, stop,” ucapnya.
Rory menambahkan, ada area yang bisa dipaksa untuk diregangkan guna mengembalikan kekenyalan tubuh. Seperti misalnya kaki dan paha belakang.
“Yang gak boleh keep stretch itu di bagian spine ke atas. Kalau sakitnya sudah mulai ke lower back, harus stop,” ucap mantan atlet Jiu Jitsu ini.
Nah, sekarang sudah tahu kan, bagaimana cara memanfaatkan momen puasa agar lebih sehat dan bugar. Syukur-syukur kalau bisa sambil menurunkan berat badan, bukan begitu? Jadi tunggu apalagi, yuk berolahraga!
Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia

No comments:
Post a Comment