SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Tuesday, April 20, 2021

Jangan Pernah Remehin Pemasukan yang Kecil, Nih 5 Alasannya

 

Ilustrasi, sumber foto: instagram.com/nabaamanda


Tangkas Dia - Sangat manusiawi jika lebih suka berpenghasilan besar dari pada yang kecil. Namun, tidak bijak juga jika kamu selalu meremehkan berbagai tawaran proyek atau pekerjaan yang berpenghasilan kecil.


Jika kamu meremehkannya, kamu malah seret rezeki, lho! Sebaliknya, jika kamu tetap bersyukur dan realistis dalam melihat kondisi saat ini, rejeki kamu akan semakin lancar setelah kamu terus mendapatkan penghasilan yang seolah-olah tidak ada apa-apanya.


Tidak perlu bermain gengsi adalah kuncinya. Di sini, lihat alasan lengkap mengapa kamu harus tetap positif dengan penghasilan yang tampak receh.


1. Penghasilan kecil dan teratur dapat membuat kamu merasa tenang


Penghasilan yang besar memang bisa membuat kamu merasa tenang. Bahkan lebih dari yang bisa diberikan oleh pendapatan yang sedikit. Tetapi itu hanya akan terjadi jika jumlah pendapatan cukup jelas pada waktunya.


Jika waktu pencairan tidak jelas, terutama jika kamu belum mendapatkan proyeknya, kamu akan hidup dengan perasaan selalu cemas. Khawatir kehabisan tabungan. Tidak ada lagi uang untuk disimpan. Di sisi lain, meski penghasilannya kecil, setidaknya kantong kamu tidak akan mengering.


2. Pendapatan kecil kalau ditotal bisa sangat lumayan


Berdagang dengan keuntungan beberapa ribu rupiah mungkin terdengar sangat kecil bagi kamu. Orang yang benar-benar sinis mungkin berkata, "Untung segitu sih, buat bayar parkir saja gak cukup!"


Tapi bayangkan jika produk yang dijual mencapai puluhan, ratusan, bahkan ribuan per hari. Kalikan saja. Dalam sebulan, pendapatan yang didapat memang bisa jauh diatas upah minimum suatu daerah.


3. Proyek besar tidak sebanyak proyek kecil dan selalu diperebutkan oleh banyak orang


Bukan berarti meremehkan kemampuanmu untuk bersaing dengan pemburu proyek besar yang beraneka segi. Namun, persaingan yang ketat memungkinkan kamu tersingkir. Padahal, menunggu proyek selanjutnya mungkin tidak sebentar.


Selama waktu itu hidup kamu harus terus berjalan. Biaya nya besar. Pertanyaannya, dengan apa kamu akan membayarnya jika kamu masih enggan mengambil pekerjaan atau proyek apa adanya? Terus kejar proyek-proyek besar, tetapi jangan lupakan kebutuhan kamu hari ini.


4. Siapapun perlu mengetahui pekerjaan kamu terlebih dahulu baru bersedia membayar mahal


Misalnya, kamu baru saja membuka gerai makanan. Sebagai pemula, tidak masalah jika kamu memasang harga rendah untuk menarik pembeli. Strategi ini jelas mengurangi keuntungan kamu.


Namun, nantinya ketika kamu memiliki pelanggan dan dapat membuktikan kualitas masakan kamu, orang pasti tidak akan keberatan jika kamu menaikkan harga. Bahkan mungkin hidangan kamu akan dipesan untuk berbagai acara dan mereka hanya mengikuti harga yang kamu tetapkan.


Belum lagi penawaran lain yang masih terkait dengan dunia memasak dan bisnis kuliner. Suatu saat kamu benar-benar bisa diminta untuk mengisi acara memasak, menjadi pembicara, dan sebagainya. Semuanya punya uang!


5. Rezeki tidak hanya berupa uang tetapi juga kesempatan belajar


Inilah yang terkadang sangat sulit dipahami, terutama saat kamu merasa hebat. Faktanya, belajar tidak ada habisnya. Apalagi terkait dengan dunia kerja dan mencari rezeki. Jika ingin penghasilan kamu lebih tinggi, tentunya kamu harus mau terus belajar.


Seperti pada foto ilustrasi, bekerja di toko mungkin tidak memuaskan kamu. Tapi lihat sisi positifnya. kamu bahkan dapat mempelajari segala sesuatu tentang menjalankan bisnis. Lain kali kamu ingin membuka bisnis sendiri, kamu akan jauh lebih siap daripada jika kamu belum pernah bekerja di sana.


Baik besar atau kecil, rezeki tetaplah rezeki. Tidak boleh dianggap remeh karena rezeki yang didapat dengan cara yang baik dan bersyukur biasanya akan seperti mengundang rezeki lainnya. Tetap semangat ya!

Situs Internet Bola Tangkas | BolaTangkas Android | Agen Bola Tangkas | Tangkas Dia



No comments:

Post a Comment