SELAMAT DATANG DI TANGKASDIA.DAPATKAN BONUS 10 % UNTUK DEPOSIT AWAL DAN CASHBACK 10 % MINGGUAN.
Our Game

Tuesday, June 15, 2021

Sebanyak 8 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, RI Tetap Bikin Vaksin Merah Putih

 
Ilustrasi, sumber foto: detik.com

Tangkas Dia - Sebanyak 8 juta dosis vaksin Sinovac tiba kembali pada Senin (31/5/2021), sehingga Indonesia sudah menerima lebih dari 92 juta dosis vaksin. Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah tetap fokus memproduksi vaksin sendiri atau Vaksin Merah Putih.

“Kita terus bekerja keras untuk mendapatkan vaksin merah putih. Sekarang kita bekerja sama dengan lima universitas, dengan 2 lembaga penelitian, tidak cukup di situ kami bekerja sama dengan pihak-pihak lain karena kita juga ingin memproduksi vaksin sendiri, bukan impor saja," kata Erick menyambut baik kedatangan 8 juta dosis vaksin Sinovac.

Erick juga meyakini Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dari kombinasi vaksin impor dan vaksin merah putih pada akhir 2021 atau awal 2022.

“Insya Allah kerja keras ini bisa dilihat di akhir tahun dan awal tahun depan apakah kita bisa ada kemajuan dengan vaksin merah putih dan vaksin impor,” lanjutnya.

Erick ingin Indonesia sejajar dengan Amerika Serikat (AS) dan China



Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Percepatan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menyatakan posisi Indonesia terkait ketersediaan vaksin masih kalah dengan AS dan China.

Oleh karena itu, ia bertekad mampu bersaing dengan kedua negara tersebut agar upaya penanganan COVID-19 bisa maksimal.

“Kita masih di bawah, nah ini yang harus kita tingkatkan. Vaksinasi mencegah penularan COVID-19, mencegah dari kematian, dan untuk ekonomi sendiri kit abs mengurangi pelepasan tenaga kerja supaya kita mempercepat ekonomi kita balik," lanjut Erick.

Pemerintah kurang puas dengan stok vaksin yang tersedia

Vaksin datang dalam tipe bulk yang selanjutnya akan masuk proses produksi oleh Bio Farma. Kedatangan 8 juta dosis vaksin Sinovac membuat total vaksin di Indonesia saat ini adalah 92.910.500 dosis, dimana 81,5 juta di antaranya dalam bentuk bulk.

Datangnya jutaan dosis vaksin baru tidak serta merta membuat pemerintah berpuas diri dan justru akan meningkatkan ketersediaan vaksin.

“Alhamdulillah kita sudah mendapatkan vaksinasi sebesar 26,9 juta, tentu ini akan terus kita tingkatkan apalagi kalau kita lihat dan respon membandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, kita adalah salah satu negara di yang vaksinasinya sudah tinggi,” kata Erick.

Erick terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan

Vaksinasi memang menjadi sebuah game changer. Meski demikian, Erick meminta agar masyarakat tidak gegabah dan tetap berpegang pada protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya. Tanpa itu, kata Erick, vaksinasi saja tidak cukup menjadi solusi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Vaksinasi tanpa didukung protokol kesehatan masyarakat maka ini menjadi sesuatu yg tidak bisa berkelanjutan. Kami pemerintah berharap agar masyarakat bisa bergotong royong dan kami berharap juga dengan percepatan vaksinasi ini ekonomi bakal tumbuh lagi seperti tahun sebelum pandemi," katanya.


No comments:

Post a Comment